Uji Tempa dan Upset
Uji tempa dan upset menekan spesimen silinder secara aksial untuk menguji kemampuan deformasi dan kecenderungan retak. Ini mensimulasikan kondisi laboratorium tempa.
Mekanisme Kerja Fisikokimia
Spesimen logam silinder ditekan secara aksial di bawah tekanan, yang menguji sifat mikrostruktur dan kemampuan deformasi mekanisnya. Proses ini menunjukkan seberapa baik material dapat dibentuk pada suhu tinggi dan apakah terjadi retak.
Relevansi Metalurgi & Risiko dalam Pengelasan
Uji ini membantu dalam pemilihan material yang sesuai untuk pekerjaan tempa. Pada tekanan atau suhu yang terlalu tinggi, spesimen dapat retak, yang mempengaruhi kemampuan deformasi. Uji yang salah dapat menyebabkan pemilihan material yang salah dan menghasilkan sifat mekanis yang tidak memadai pada komponen akhir.
Praktik Bengkel & Instruksi Tindakan
Untuk uji tempa dan upset, spesimen dipilih dengan diameter tetap dan panjang tertentu. Tekanan dinaikkan secara kontinu sambil suhu dipantau. Perpanjangan maksimum atau terjadinya retak dicatat. Kisaran tekanan tipikal adalah dari 50 hingga 100 MPa, dan suhu harus mendekati titik leleh material. Jika ada masalah dengan kemampuan deformasi atau retak, material atau parameter proses lain harus diperiksa.